Join us on:  
PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk masuk jajaran 200 Best Companies Under A Billion Majalah Forbes Asia

Jakarta, 8 September 2011 – PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. (PT NIC) merupakan produsen roti terbesar dengan merek Sari Roti. Kapasitas pendistribusian produk mencakup 24.000 outlet yang tersebar di daerah Sumatra, Jawa sampai dengan Bali. Tak heran nama Sari Roti sudah menjadi pilihan pertama yang melintas dibenak hampir seluruh masyarakat Indonesia apabila ingin membeli roti. Kelembutan rotinya menjadikan Sari Roti banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia.

Dalam waktu 15 tahun sejak didirikan pada tahun 1996, PT NIC telah berkembang dengan sangat pesat. PT NIC saat ini memiliki lima pabrik yang berlokasi di Cikarang, Pasuruan, Semarang dan Medan yang mampu memproduksi roti sebanyak 1,82 juta per hari.

“Komitmen kami adalah untuk menghasilkan produk yang Halal, Healthy, dan Hygienic yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini kami memiliki lima buah pabrik yang tersebar di Jawa dan Sumatra, dimana kapasitas produksi terbesar masih di daerah Jawa. Selain kemampuan produksi, perkembangan PT NIC juga terlihat pada pergerakan nilai sahamnya. Sejak melakukan Initial Public Offering (IPO) dan terdaftar dengan nama ‘Roti’ di Bursa Efek Indonesia, PT NIC telah berhasil memberikan hingga 165% total pengembalian kepada para pemegang saham,” jelas Yusuf Hady, Director of Operations PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk.

Pencapaian tersebut membuat PT NIC masuk ke dalam jajaran 200 Best Under A Billion dari Majalah Forbes Asia. PT NIC terpilih dari 15.000 perusahaan publik di Asia dan merupakan satu dari tiga perusahaan yang berasal dari Indonesia yang masuk dalam jajaran tersebut. Majalah Forbes memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk masuk dalam 200 Best Under A Billion, yaitu harus memiliki pendapatan tahunan antara $ 5 juta dan $ 1 miliar serta diperdagangkan secara umum di lantai bursa dalam waktu minimal satu tahun. Selain hal tersebut, juga dilihat pertumbuhan laba, penjualan dan ROI selama 1-3 tahun sebelumnya. Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai telah dikelola dengan baik melalui volatilitas ekonomi yang dimulai pada tahun 2008. Perusahaan yang masuk ke dalam jajaran tersebut rata-rata memiliki nilai hutang sebesar 13% terhadap rasio ekuitas. Bahkan 67 perusahaan sama sekali tidak memiliki hutang.

“Kami sangat bangga bisa masuk dalam jajaran 200 Best Under A Billion dari Majalah Forbes Asia.  Penghargaan ini kami raih setelah setahun menjadi perusahaan publik. Hal ini tentunya tidak terlepas dari komitmen manajemen, investor, karyawan untuk selalu mengembangkan dan memberikan produk yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Yusuf Hady.

announcement


Belum ada

Press Release


19 April 2012

RUPST & RUPSLB PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.


Pencapaian Kinerja yang Lebih Baik di Tahun...

21 March 2012

Sari Roti Memperkenalkan Brand Ambassador, Iklan dan Kemasan Terbaru di Tahun 2012


Keluarga Armand Maulana & Dewi Gita sebagai...