Rabu, 22 November 2017
Temui kami di:  
Berita Pers
2011-09-08 11:51:00

PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk masuk jajaran 200 Best Companies Under A Billion Majalah Forbes Asia

Jakarta, 8 September 2011 – PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. (PT NIC) merupakan produsen roti terbesar dengan merek Sari Roti. Kapasitas pendistribusian produk mencakup 24.000 outlet yang tersebar di daerah Sumatra, Jawa sampai dengan Bali. Tak heran nama Sari Roti sudah menjadi pilihan pertama yang melintas dibenak hampir seluruh masyarakat Indonesia apabila ingin membeli roti. Kelembutan rotinya menjadikan Sari Roti banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia.

Dalam waktu 15 tahun sejak didirikan pada tahun 1996, PT NIC telah berkembang dengan sangat pesat. PT NIC saat ini memiliki lima pabrik yang berlokasi di Cikarang, Pasuruan, Semarang dan Medan yang mampu memproduksi roti sebanyak 1,82 juta per hari.

“Komitmen kami adalah untuk menghasilkan produk yang Halal, Healthy, dan Hygienic yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia. Saat ini kami memiliki lima buah pabrik yang tersebar di Jawa dan Sumatra, dimana kapasitas produksi terbesar masih di daerah Jawa. Selain kemampuan produksi, perkembangan PT NIC juga terlihat pada pergerakan nilai sahamnya. Sejak melakukan Initial Public Offering (IPO) dan terdaftar dengan nama ‘Roti’ di Bursa Efek Indonesia, PT NIC telah berhasil memberikan hingga 165% total pengembalian kepada para pemegang saham,” jelas Yusuf Hady, Director of Operations PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk.

Pencapaian tersebut membuat PT NIC masuk ke dalam jajaran 200 Best Under A Billion dari Majalah Forbes Asia. PT NIC terpilih dari 15.000 perusahaan publik di Asia dan merupakan satu dari tiga perusahaan yang berasal dari Indonesia yang masuk dalam jajaran tersebut. Majalah Forbes memiliki beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh perusahaan untuk masuk dalam 200 Best Under A Billion, yaitu harus memiliki pendapatan tahunan antara $ 5 juta dan $ 1 miliar serta diperdagangkan secara umum di lantai bursa dalam waktu minimal satu tahun. Selain hal tersebut, juga dilihat pertumbuhan laba, penjualan dan ROI selama 1-3 tahun sebelumnya. Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai telah dikelola dengan baik melalui volatilitas ekonomi yang dimulai pada tahun 2008. Perusahaan yang masuk ke dalam jajaran tersebut rata-rata memiliki nilai hutang sebesar 13% terhadap rasio ekuitas. Bahkan 67 perusahaan sama sekali tidak memiliki hutang.

“Kami sangat bangga bisa masuk dalam jajaran 200 Best Under A Billion dari Majalah Forbes Asia.  Penghargaan ini kami raih setelah setahun menjadi perusahaan publik. Hal ini tentunya tidak terlepas dari komitmen manajemen, investor, karyawan untuk selalu mengembangkan dan memberikan produk yang terbaik bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Yusuf Hady.

2011-07-27 07:42:00

Optimisme Sari Roti dalam Industri Roti Nasional

Sari Roti dan Blue Band gabungkan kekuatan tingkatkan kualitas masyarakat melalui kampanye ’Sarapan Double Power’

Jakarta, 27 Juli 2011 – Sari Roti merupakan produsen roti terbesar dengan kapasitas cakupan pendistribusian sebesar 24.000 outlet yang tersebar di Indonesia. Mulai dari Sumatra, Jawa sampai dengan Bali sudah terjamah oleh Sari Roti, tak heran nama Sari Roti sudah menjadi pilihan pertama yang melintas dibenak hampir seluruh masyarakat Indonesia apabila ingin membeli roti. Selain kualitasnya yang prima, teksturnya pun sesuai dengan selera masyarakat Indonesia. Tak heran kalau ditahun 2009-2010 Sari Roti berhasil meraih Top Brand Award dan Top Brand Kids Award di tahun 2009-2011 sebagai produk yang menjadi favorit masyarakat Indonesia.

Pabrik Sari Roti pertama didirikan pada tahun 1996 di kawasan industri Jababeka Blok W, Cikarang dengan hanya memiliki satu lintasan produksi roti tawar dan satu lintasan roti manis. Dalam waktu beberapa tahun saja Sari Roti berkembang dengan sangat pesat,   memiliki lima pabrik yang mana dua pabrik berlokasi di Cikarang sedang lainnya di Pasuruan, Semarang dan Medan yang mampu memproduksi roti sebanyak 1.820.928 roti/harinya.

“Perkembangan Sari Roti memang cukup pesat sejak pertama kali kami menginjakkan kaki di pasar bakery Indonesia. Kini kami berhasil mengoprasikan lima buah pabrik yang tersebar di Jawa dan Sumatra. Namun memang produksi terbanyak kami terpusat di Jawa. Untuk proses produksi kami mengadopsi teknologi terkini sehingga dapat memberikan kualitas roti terbaik bagi para pelanggan kami. Selain itu kami juga menghasilkan produk yang Halal, Healthy, dan Hygienic, melalui sertifikasi Halal dari Majelis Ulama Indonesia, terdaftarnya seluruh produk kami di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berupa nomor registrasi MD, dan Sertifikat Jaminan Mutu Keamanan Pangan (HACCP – Hazard Analysis and Critical Control point) yang berhasil kami peroleh”, jelas Yusuf Hady, Director of Operations PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk.

Kini Sari Roti tidak hanya mempoduksi roti tawar dan roti manis tapi berbagai macam jenis roti yang kemudian didistribusikan ke seluruh Indonesia. Produk-produk roti yang kini dihasilkan oleh Sari Roti antara lain Roti Tawar, Roti Manis, Roti Burger, Roti Hot Dog dan Chiffon. Seluruh produk Sari Roti diproduksi setiap hari sehingga para pelanggannya akan selalu menikmati roti baru, sedangkan roti yang tidak memenuhi standar, tidak akan dijual guna untuk mempertahankan kualitas dari Sari Roti. Limbah roti tawar yang tidak terpakai dijual oleh Sari Roti kepada penangkar ikan sebagai makanan ikan sementara untuk limbah roti manis akan dijual kepada peternak sapi dan bebek sebagai makanan ternak.

Di tahun 2011 ini Sari Roti berkesempatan untuk bekerjasama dengan Blue Band melakukan sebuah kampanye mengenai sarapan. Kampanye ini bertujuan untuk kembali menyadarkan masyarakat akan pentingnya mengonsumsi sarapan sebelum memulai hari. Kolaborasi ini merupakan kolaborasi pertama yang dilakukan oleh keduanya sebagai brand no. 1 di Indonesia di kategorinya masing-masing. Dengan latar belakang keahlian dan pengalaman di bidang nutrisi dan kesehatan, keduanya ingin mengingatkan masyarakat Indonesia tentang pentingnya sarapan sebagai sumber energi yang dapat menyokong seseorang dalam menjalankan aktivitas, mengejar pendidikan, tumbuh dan mengembangkan potensinya. Harapannya kegiatan ini dapat didukung oleh pemerintah, karena secara langsung Blue Band dan Sari Roti mendorong masyarakat Indonesia untuk memulai gaya hidup lebih sehat melalui konsumsi sarapan yang tepat nutrisi.

“Kerjasama yang kami lakukan bersama Blue Band untuk kampanye ‘Sarapan Double Power’ ini berdasarkan visi misi kami yang sama, yaitu ingin membuat masyarakat Indonesia yang sehat dan berenergi. Kami juga akan terus mengembangkan diri dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan setia kami”, tambah Yusuf

Dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan konsumen dalam program “Sarapan Double Power” ini, Blue Band dan Sari Roti berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya sarapan untuk menjaga kesehatan tubuh dan mulai menerapkan hidup sehat. Salah satu caranya dengan membiasakan diri mengonsumsi sarapan bernutrisi sebelum memulai hari. Kedua belah pihak tentunya sangat berharap kolaborasi serta kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan ditingkatkan ke jenjang selanjutnya hingga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, karena secara langsung Blue Band dan Sari Roti mendorong masyarakat Indonesia untuk memulai gaya hidup lebih sehat melalui konsumsi sarapan yang tepat nutrisi.

“Kami berharap kerjasama Blue Band dengan Sari Roti dapat terus terbina sehingga kampanye yang telah kami bangun bersama dapat berhasil secara maksimal untuk menciptakan masyarakat yang lebih berkualitas melalui ‘Sarapan Double Power’”, tutup Atiek Fatimah, Brand Manager Blue Band, PT Unilever Indonesia.  
 

2011-07-17 13:11:29

SARI ROTI Resmikan Pabrik ke-4 di Semarang

Jakarta, 12 Mei 2011 – Roti umumnya dikonsumsi untuk sarapan pagi. Namun, saat ini roti juga dikonsumsi lebih dari sekedar untuk sarapan, dengan sifatnya yang praktis, padat dan bergizi, roti dapat memenuhi kebutuhan gaya hidup masyarakat yang semakin mobile kapan saja dan dimana saja.
Memasuki tahun ke-15 pengabdiannya sebagai perusahaan roti terkemuka di Indonesia, PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk yang terkenal dengan merek Sari Roti, berhasil menjual lebih dari 120 juta pak roti dalam berbagai jenis. PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk juga telah membangun sistem distribusi yang efisien, sehingga roti dapat sampai ke pasar dengan kualitas yang baik.

Gambaran ini memberikan contoh bahwa permintaan roti nasional yang semakin besar akan dapat dipenuhi oleh industri roti yang memanfaatkan teknologi produksi yang modern serta didukung oleh sistem distribusi yang baik seperti halnya PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. Permintaan Sari Roti yang terus menerus meningkat, khususnya di daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi latar belakang PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk mendirikan pabrik Sari Roti di Semarang.

Pabrik ke-4 ini diresmikan oleh Ibu Wendy Yap, President & CEO PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk dan disaksikan oleh Mr. Kaneyoshi Morita, Senior Managing Director Shikisima Jepang serta jajaran direksi PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk.

“Pendirian pabrik di Semarang ini adalah untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan akan Sari Roti yang terus bertambah di daerah Jawa Tengah dan DIY. Hal ini juga sebagai komitmen kami untuk menghasilkan produk yang aman, sehat, halal dan bergizi yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Yusuf Hady, Director of Operations PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk.

Menurut Yusuf Hady, untuk membangun pabrik ini dibutuhkan waktu selama enam bulan. Sejak mulai dioperasikan, pabrik seluas 6,620 m2 yang berdiri diatas lahan seluas 13,640 m2 dan berlokasi di Kawasan Industri Wijaya Kusuma ini, memproduksi sebanyak 54.100 roti tawar dan 145.602 pieces roti manis per hari yang dibuat dengan menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi dengan pengawasan dari Shikisima Jepang.

“Dari segi bisnis, sejak menjadi perusahaan publik pada tahun 2010 lalu, pergerakan saham PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk, menunjukkan perkembangan yang positif. Kini, 15% saham telah dimiliki oleh masyarakat. Selain itu, dengan pembangunan pabrik baru ini akan menyerap tenaga kerja lokal yang kami harap dapat dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan,” tambah Yusuf.

Untuk pabrik di Semarang ini memiliki jaringan distribusi yang meliputi 24 supermarket, 1470 minimarket, 230 sepeda pedagang keliling, 45 agen, 26 box motor, dan 3 distributor yang tersebar di wilayah Semarang, Yogya, Solo, Cilacap.
 

27 Results | 5 PAGES | [start] << 6 Back - 1 2 3 4 5 - Next 6 >> [last of 5 pages]

Ulasan Pers


Kamis, 26 Oktober 2017

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Sambut KKR sebagai Investor


INDONESIA, 26 Oktober 2017 - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. ("Indosari" atau "Perusahaan"), sebuah perusahaan produsen roti...