Rabu, 22 November 2017
Temui kami di:  
Berita Pers
2013-05-08 08:58:00

Obligasi Berkelanjutan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk.

JAKARTA – PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. terbitkan obligasi berkelanjutan dengan total target dana yang akan dihimpun sebesar Rp1 triliun. Dalam rangka penawaran umum berkelanjutan tersebut, Indosari akan menawarkan obligasi tahap pertama pada tahun 2013, dengan pokok obligasi yang ditawarkan sebesar Rp500 miliar.

Sebelumnya, Indosari telah menyampaikan rencana pendaftaran emisi obligasi ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 25 Maret 2013 dan masa penawaran obligasi diperkirakan akan berlangsung pada tanggal 5 dan 7 Juni 2013.

Untuk menerbitkan obligasi ini, Indosari telah menunjuk PT BCA Sekuritas yang akan bertindak selaku pihak penjamin emisi dan PT Bank Mega Tbk. selaku Wali Amanat.

Dana yang dikumpulkan dari hasil penerbitan obligasi ini setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, rencananya sebesar 44% akan digunakan untuk membayar pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk dan sisanya 56% akan digunakan untuk melakukan pengembangan usaha yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi berupa pembangunan pabrik baru  yang berlokasi di Cikande dan Purwakarta serta melakukan penetrasi ke daerah-daerah lain di Indonesia.

Sesuai dengan Peraturan Bapepam-LK No.IX.C.11 mengenai Pemeringkat atas Efek Bersifat Utang, Indosari telah melakukan pemeringkatan yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) pada tanggal 13 Maret 2013 dan meraih peringkat id AA-.

2013-05-01 08:56:00

Kinerja Kuartal I 2013 Indosari

JAKARTA – Sebagai produsen roti dengan pangsa pasar yang tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (Indosari) mencatatkan kinerja yang cukup memuaskan sepanjang kuartal pertama yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2013. Indosari mencatatkan Penjualan Neto sebesar Rp357 miliar, meningkat 30% dari periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp274 miliar. Pertumbuhan penjualan pada kuartal pertama ini menunjukan semakin besarnya permintaan terhadap produk Sari Roti di Indonesia.

Laba Usaha Indosari pada tiga bulan pertama 2013 meningkat dari sebesar 82% dari Rp43 miliar (YoY) menjadi Rp79 miliar dan Laba Bersih Indosari mengalami peningkatan 72% menjadi Rp56 miliar. Beban Pokok Penjualan Indosari pada kuartal I 2013 naik jika dibandingkan dengan kuartal I 2012. Per 31 Maret 2013 Beban Pokok Penjualan naik sebesar 22% dari Rp150 miliar pada kuartal I 2012 menjadi Rp184 miliar, kenaikan Beban Pokok Penjualan sesuai dengan peningkatan penjualan Perseroan.

Pada kuartal I 2013, Indosari meluncurkan produk dengan varian rasa baru yaitu roti Sandwich Blueberry dan roti Sandwich Krim Keju yang memadukan selai asli dari buah blueberry yang kaya akan vitamin C dan parutan keju asli yang dengan kelembutan roti berteknologi Jepang. Produk Sari Roti dapat dinikmati sebagai makanan sehat dan praktis pilihan masyarakat Indonesia.
 
Terkait dengan ekspansi usaha pada tahun 2013, Indosari sudah mematangkan rencana pembangunan untuk beberapa pabrik baru yang berlokasi di Cikande dan Purwakarta serta penambahan sarana dan prasarana produksi pabrik Pasuruan yang diharapkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2013. Saat ini, Indosari memiliki delapan pabrik yang beroperasi di sebagian besar wilayah strategis di Indonesia. Masing-masing pabrik memproduksi varian produk roti manis dan roti tawar.

2013-02-28 07:55:00

Growing Excellence menuju 2013

JAKARTA, 28 Februari 2013 – Pada perjalanan tahun 2012, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (Indosari) kembali menunjukkan pencapaian yang gemilang. Penjualan Neto meningkat 46,4% dibandingkan tahun sebelumnya atau sebesar Rp1,2 triliun. Laba Usaha naik 30% dari Rp153 miliar menjadi Rp199 miliar pada tahun 2012 dan Laba Bersih meningkat 29% menjadi Rp149 miliar. Oleh karena itu, Indosari kembali akan membagikan dividen tunai dengan total sebesar Rp37 miliar atau 25% dari laba bersih tahun 2012 yang rencananya akan dibayarkan pada tanggal 16 April 2013.

Sejak berdiri pada tahun 1995, Indosari terus melakukan pengembangan usaha yang berkelanjutan untuk memenuhi besarnya permintaan masyarakat. Sampai dengan saat ini, Indosari telah mengoperasikan delapan pabrik Sari Roti yang berlokasi di Cikarang, Medan, Semarang, Pasuruan, Palembang dan Makassar dan memiliki total 24 lini mesin produksi.

Memasuki tahun 2013, Indosari berencana untuk melakukan ekspansi usaha melalui pembangunan pabrik-pabrik baru yang akan berlokasi di sekitar pulau Jawa dan Kalimantan. Masing-masing pabrik akan memproduksi roti tawar dan roti manis untuk memenuhi besarnya permintaan pasar terhadap produk Sari Roti. Indosari menargetkan penjualan tahun 2013 dapat tumbuh minimum 30%.

2012-04-19 07:18:00

RUPST & RUPSLB PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk.

Pencapaian Kinerja yang Lebih Baik di Tahun 2011

Jakarta, 19 April 2012 – PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. (“Indosari”) sebagai produsen roti dengan merek “Sari Roti”.

Sepanjang tahun 2011, Indosari telah berhasil meningkatkan kinerja operasional dan keuangan secara meyakinkan. Sesuai catatan pada Laporan Keuangan Tahun Buku 2011, Penjualan Neto Perseroan tahun 2011 telah tumbuh 33% menjadi sebesar Rp813 miliar dan Laba Neto sebesar Rp116 miliar atau meningkat 16% dari Rp100 miliar pada tahun 2010. Pencapaian yang sangat baik ini ditunjang dengan adanya berbagai strategi usaha manajemen yang antara lain :
a.    Berhasil meningkatkan volume produksi dan Aset Perseroan dengan bertambahnya instalasi produksi dan pendirian pabrik baru;
b.    Meningkatkan tingkat penjualan dengan berbagai kiat pemasaran yang menarik dan efektif;

Dengan keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai, maka dengan potensi pasar yang masih luas dan prospek usaha yang sangat menarik, manajemen Indosari telah mempersiapkan program ekspansi yang cukup agresif di tahun-tahun yang akan datang.

Pada tahun 2011, Indosari sebagai produsen roti terbesar di Indonesia telah mendapatkan penghargaan, antara lain: Top Brand 2011, Top Brand for Kids 2011, Rekor Bisnis 2011, dan “The Best Under A Billion” dari Majalah Forbes Asia. Indosari juga membuka pabrik-pabrik baru di Semarang, Medan dan Cibitung. Total kapasitas produksi di tahun 2011 adalah lebih dari 2 juta pcs/hari. Tahun 2012, Indosari merencanakan ekspansi dengan membangun pabrik baru di Palembang dan Makasar serta penambahan kapasitas produksi pabrik Pasuruan, Semarang, Medan sehingga total kapasitas produksi tahun 2012 akan lebih dari 3 juta pcs/hari.

Di tengah usaha untuk memperluas jaringan produksi dan penjualannya, Indosari juga ingin memberikan apresiasinya kepada para pemegang saham, maka untuk itu, pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Indosari yang diadakan pada hari ini Kamis, 19 April 2012, pihak manajemen mengajukan pembagian keuntungan sebesar 25% dari laba bersih tahun 2011 untuk diberikan dalam bentuk dividen tunai.

Ibu Wendy Yap, selaku Presiden Direktur & CEO Indosari memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pelanggan setia, pemasok, mitra kerja dan segenap tim Indosari.

2012-03-21 03:20:00

Sari Roti Memperkenalkan Brand Ambassador, Iklan dan Kemasan Terbaru di Tahun 2012

Keluarga Armand Maulana & Dewi Gita sebagai Brand Ambassador Sari Roti


Jakarta, 20 Maret 2012 – Penggunaan brand ambasador dalam dunia marketing adalah sesuatu yang sudah sangat umum, banyak sekali brand yang menggunakan brand ambasador baik itu dari kalangan artis, pebisnis, praktisi, pakar dan kalangan lainnya untuk mengdongkrak brand image dan penjualan.

Sebagai pemimpin pasar roti, PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk melalui merek roti SARI ROTI terus melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan yang sehat, praktis, halal dan higienis. Selain tetap melakukan pengembangan varian produk terbaru yang disesuaikan dengan minat pasar, memasuki tahun 2012 ini SARI ROTI kini tampil dengan menggunakan brand ambassador.

Bertempat di Nan Xiang Executuve Ballroom Hotel Sultan, pada hari Selasa (20/03) PT Nippon Indosari memperkenalkan brand ambassador SARI ROTI. Penggunaan brand ambassador ini adalah kali pertama bagi SARI ROTI. Dipilih sebagai brand ambassador adalah Armand Maulana, Dewi Gita, serta putri mereka, Naja.

“Meskipun saat ini brand SARI ROTI sudah menjadi market leader, namun hal tersebut tidak menjadikan PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk lantas menutup mata terhadap perkembangan dan perubahan yang ada. Kami tidak boleh terlena. Aktivitas marketing kami lakukan lebih banyak lagi di tahun ini, salah satunya dengan menggunakan brand ambassador untuk memperkuat brand image SARI ROTI dan memberikan sesuatu yang baru kepada konsumen kami”, jelas Yusuf Hady, Direktur Operasional SARI ROTI.

Mengenai pemilihan keluarga Armand Maulana dan Dewi Gita, menurut Yusuf juga disesuaikan dengan brand personality SARI ROTI sebagai produk yang dekat dengan keluarga (family oriented), modern, sehat, dan praktis.

“Kami memilih mereka bukan karena sosok selebriti saja. Pasangan Armand & Dewi Gita menggambarkan sosok keluarga muda yang modern, dengan berbagai kesibukan yang dimilikinya, mereka tetap bisa menjaga keharmonisan keluarga selama 18 tahun. SARI ROTI merupakan produk yang sangat dekat dengan keluarga. Dengan hadirnya keluarga Armand Maulana dan Dewi Gita sebagai brand ambassador kami, diharapkan dapat memberikan inspirasi bahwa memiliki mobilitas yang tinggi namun keluarga menjadi perhatian yang utama dan selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga. Hal yang paling mudah dapat dilakukan dengan menyiapkan sarapan dan bekal sehari-hari yang sehat dan praktis untuk keluarga”, tegas Yusuf.

Bagi Armand Maulana dan Dewi Gita pun ini merupakan iklan pertama yang dibintangi oleh mereka bersama-sama. “Ini merupakan yang pertama bagi kami sekeluarga dan menjadi tanggung jawab kami agar bisa membawa brand SARI ROTI sebaik mungkin. Semoga kerjasama kami dengan SARI ROTI bisa berjalan dengan baik dan bisa memberikan manfaat bagi banyak pihak”, ujar Armand Maulana.

Selain memperkenalkan brand ambassador, di tahun 2012 ini SARI ROTI hadir dengan kemasan yang lebih fresh, minimalis, dan modern, namun tetap menawarkan isi dan kualitas rasa tetap sama. Desain kemasan baru ini tentunya diharapkan ikut menguatkan brand image dari SARI ROTI sebagai bekal makanan yang sehat dan praktis. Meski desain kemasannya sangat berbeda dengan yang sebelumnya, namun ada karakter yang membuat konsumen bisa langsung mengetahui kalau itu adalah produk yang sama. Dapat dilihat dari logo khas SARI ROTI berwana biru dengan lingkaran berwarna orange menyerupai matahari di bagian tengah logo.

2011-09-30 02:03:00

Peresmian Pabrik SARI ROTI di Medan

Menangkap Peluang Pasar Roti di Luar Pulau Jawa

Medan, 30 September 2011 – Roti mulai dikenal di Indonesia sejak zaman Belanda. Sejak saat itu masyarakat Indonesia mengenal roti sebagai kudapan. Kebanyakan orang memilih roti sebagai makanan pengganti, karena praktis dan bergizi. Bisnis roti kelihatannya memiliki pangsa pasar yang sempit, tetapi faktanya terus tumbuh dan berkembang.

“Pasar bakery dan roti ini terus tumbuh, tiap tahun bisa mencapai 5-7 persen. Kapasitas produksi kami pun sudah mendekati batas maksimal. Kini kapasitas yang terpakai mencapai 70-80 persen. Permintaan pasar pun meningkat dan tidak hanya di Pulau Jawa, sehingga perusahaan harus melakukan penambahan kapasitas, ” jelas Yusuf Hady, Director of Operations PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk. pada acara Peresmian Pabrik SARI ROTI di Medan.

Pabrik ke-5 ini diresmikan oleh Ibu Wendy Yap, President & CEO PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk dan disaksikan oleh Mr. Kaneyoshi Morita, Senior Managing Director Shikishima Jepang serta jajaran direksi PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk.

“Pabrik baru ini didirikan untuk menangkap peluang pasar di daerah Sumatera, khususnya Medan dan Aceh. Selain itu, kehadiran SARI ROTI di sini juga sebagai komitmen kami untuk mendistribusikan makanan yang bermutu tinggi, sehat, dan halal dengan harga yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tambah Yusuf.

Menurut Yusuf Hady, untuk membangun pabrik dengan nilai investasi mencapai Rp 70 miliar ini dibutuhkan waktu selama enam bulan. Sejak mulai dioperasikan, pabrik yang berdiri diatas lahan seluas 14,730 m2 dan berlokasi di Kawasan Industri Medan Star, Tanjung Morawa ini, memproduksi sebanyak 72.000 roti tawar dan 144.000 pieces roti manis per hari yang dibuat dengan menggunakan mesin-mesin berteknologi tinggi dengan pengawasan dari  Shikishima Jepang.

“Sejak melakukan Initial Public Offering (IPO) dan terdaftar dengan nama ‘Roti’ di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 lalu, pergerakan saham PT Nippon Indosari Corpindo, Tbk, menunjukkan perkembangan yang positif. Kini, 19% saham telah dimiliki oleh masyarakat dan PT NIC telah berhasil memberikan hingga 165% total pengembalian kepada para pemegang saham.. Selain itu, dengan pembangunan pabrik baru ini akan menyerap tenaga kerja lokal yang kami harap dapat dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan,” tambah Yusuf.

Untuk pabrik di Medan ini memiliki jaringan distribusi yang meliputi 63 supermarket, 224 minimarket, 140 sepeda pedagang keliling, 22 agen, 991 toko, yang tersebar di wilayah Medan Kota, Binjai, Stabat, Tebing Tinggi, Brastagi, Kabanjahe. Dan mulai tanggal 1 Oktober 2011, akan mulai didistribusikan ke wilayah Asahan, Labuhan Batu, Banda Aceh.

27 Results | 5 PAGES | [start] << 6 Back - 1 2 3 4 5 - Next 6 >> [last of 5 pages]

Ulasan Pers


Kamis, 26 Oktober 2017

PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Sambut KKR sebagai Investor


INDONESIA, 26 Oktober 2017 - PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. ("Indosari" atau "Perusahaan"), sebuah perusahaan produsen roti...